Wheel Loader dan Dump Truck Disiagakan di Tapan, Bu Gina Perkuat Kesiapan Hadapi Longsor

Berita10 Dilihat

BPJN 2.4 SUMBAR, TAPAN–KERINCI | Hujan berintensitas tinggi memicu longsor di sejumlah titik ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi menuju Kerinci. Material tanah dan lumpur menghambat akses transportasi masyarakat. Menghadapi kondisi tersebut, PPK 2.4 BPJN Sumatera Barat, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., atau Bu Gina, bersama Kepala Satuan Kerja BPJN Wilayah II Sumbar, Masudi, S.T., M.T., serta personel lapangan berjibaku melakukan penanganan. Bu Gina mengungkapkan, dirinya bersama tim bahkan menghabiskan sekitar 12 jam tanpa tidur untuk menghadapi 14 titik longsor demi menjaga konektivitas jalan bagi masyarakat.

Penanganan dilakukan dengan menghadapi medan perbukitan, hujan, jalan berlumpur, serta pekerjaan yang berlangsung hingga malam hari. Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian di antaranya KM 231+500 pada 12 Oktober 2026, KM 228+100 pada 13 Oktober 2026, KM 228+450 pada 29 Oktober 2026, dan KM 219+100 pada 3 November 2026. Setiap titik membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi material longsoran dan tingkat gangguan terhadap badan jalan. Personel bersama operator alat berat terus bekerja membersihkan material agar akses transportasi dapat kembali dilalui dengan aman.

Bagi Bu Gina dan seluruh tim PPK 2.4, penanganan longsor bukan sekadar pekerjaan teknis membersihkan badan jalan. Di balik upaya tersebut terdapat kepentingan masyarakat, aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta mobilitas warga yang bergantung pada jalur Tapan–Kerinci. Bersama Masudi, S.T., M.T., koordinasi kebutuhan personel, peralatan, dan penentuan prioritas pekerjaan terus dilakukan. Ketika bencana terjadi, sejumlah sumber daya harus dialihkan untuk penanganan darurat tanpa mengabaikan program pemeliharaan dan pekerjaan infrastruktur yang telah direncanakan.

Bu Gina juga mengingatkan bahwa kondisi perbukitan di sepanjang ruas tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama berkaitan dengan perubahan tutupan lahan dari kawasan hutan menjadi perkebunan. Perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kestabilan tanah dan meningkatkan kerentanan lereng ketika diguyur hujan berkepanjangan. Karena itu, pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, memperhatikan kondisi cuaca, serta mengikuti arahan petugas ketika melintasi kawasan rawan longsor. Keselamatan perjalanan harus menjadi perhatian utama, terutama selama musim penghujan.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana, PPK 2.4 mendapatkan tambahan dukungan peralatan dari BPJN Sumbar berupa satu unit wheel loader dan satu unit dump truck. Kedua kendaraan tersebut ditempatkan di Tapan, dilengkapi personel dan operator agar dapat segera dikerahkan ketika terjadi longsor maupun keadaan darurat lainnya. Dukungan ini diharapkan mempercepat pembersihan material, memangkas waktu mobilisasi, dan membantu pemulihan akses jalan. Bu Gina bersama Masudi, S.T., M.T., terus mengoptimalkan koordinasi agar kesiapan peralatan sejalan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Di sisi lain, Bu Gina menjelaskan bahwa pekerjaan infrastruktur yang telah diprogramkan tetap menjadi perhatian. Menjelang akhir tahun, sejumlah pekerjaan ditargetkan berjalan untuk mendukung kenyamanan perjalanan masyarakat menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Namun, tingginya curah hujan dan kejadian longsor membuat pengaturan prioritas harus disesuaikan. Penanganan darurat, pemeliharaan rutin, serta pekerjaan yang telah dijadwalkan harus dikelola secara cermat agar pelayanan jalan nasional tetap berjalan. Kesiapan personel, operator, alat berat, dan koordinasi lintas jajaran menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

Perjuangan Bu Gina, Masudi, S.T., M.T., dan seluruh tim PPK 2.4 BPJN Sumbar di ruas Tapan–Batas Jambi menjadi gambaran tanggung jawab dalam menjaga infrastruktur jalan nasional. Dua belas jam tanpa tidur dan penanganan 14 titik longsor menunjukkan beratnya tantangan di lapangan. Di tengah hujan dan medan yang sulit, upaya menjaga akses masyarakat tetap menjadi prioritas. BPJN 2.4 Sumbar mengimbau pengguna jalan tidak memaksakan perjalanan saat cuaca membahayakan, mengikuti informasi petugas, dan selalu waspada terhadap potensi longsor. Sebab, konektivitas yang terjaga membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja keras seluruh personel.

Katim RMO Group | Wyndoee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *