JNS | Batam – Upaya menjadikan Pasar Jodoh sebagai ikon wisata belanja baru di Kota Batam mengemuka dalam dialog langsung antara Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI Helvi Yuni Moraza dengan tokoh masyarakat setempat, Mak Dayat (Hidayat Rasyid), di kawasan Pasar Jodoh, Nagoya, Batam.
Dialog tersebut berlangsung di tengah denyut aktivitas pasar rakyat yang telah puluhan tahun menjadi tumpuan hidup ribuan pedagang kecil. Kehadiran Wamen UMKM didampingi Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi simbol sinergi lintas lembaga dalam memperkuat UMKM sekaligus mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis lokal.
Mak Dayat, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat Pasar Jodoh, menyampaikan aspirasi warga dan pedagang yang telah lama menggantungkan hidup di kawasan tersebut. Sejak 1986, ia aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil serta menjadi jembatan komunikasi antara pedagang dan pemerintah.
Dalam dialog itu, Mak Dayat menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah yang berpihak pada rakyat. Namun, ia menegaskan bahwa setiap rencana pembangunan dan penataan kawasan harus tetap melibatkan masyarakat lama agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial.
“Sejak 1986 kami sudah menjadi bagian dari Pasar Jodoh. Harapan kami, pengembangan kawasan ini tidak mengesampingkan peran pedagang dan warga yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di sini,” tegas Mak Dayat di hadapan Wamen UMKM.
Aspirasi tersebut mendapat respons langsung dari Helvi Yuni Moraza. Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM dan wisata belanja di Batam tidak boleh bersifat eksklusif, melainkan harus adil, inklusif, dan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.
Menurut Helvi, Pasar Jodoh memiliki nilai historis dan ekonomi yang kuat. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini berpotensi menjadi pusat ekonomi rakyat sekaligus destinasi wisata belanja yang mampu meningkatkan daya saing UMKM Batam di tingkat nasional maupun internasional.
“Pasar Jodoh bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang hidup. Pemerintah hadir untuk memperkuat, bukan menghilangkan peran masyarakat yang sudah lama ada,” ujar Helvi.
Ia menambahkan, Kementerian UMKM berkomitmen mendorong kebijakan yang berbasis aspirasi lapangan, agar setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Kegiatan dialog ini menjadi bagian dari pendekatan partisipatif Kementerian UMKM dalam menyusun kebijakan, dengan mendengar langsung suara masyarakat akar rumput sebelum merumuskan langkah strategis pengembangan ekonomi daerah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BP Batam, dan masyarakat, Pasar Jodoh diharapkan dapat tumbuh sebagai ikon wisata belanja yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada ekonomi rakyat Batam.
(Sumber: Batam Pos)
(A. Rofiq)












