Seminar Hari Kartini 2026 Jadi Momentum Pemkab Padang Pariaman Perkuat Sinergi Perempuan, Guru, dan Perlindungan Anak

Berita18 Dilihat

Padang Pariaman | Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui penyelenggaraan Seminar Hari Kartini Tahun 2026 yang berlangsung di Hall IKK Parit Malintang, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata dalam mendorong lahirnya generasi cerdas dan berprestasi.

Seminar yang diinisiasi bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tersebut mengusung tema “Guru Menginspirasi, Anak Terlindungi dan Berprestasi”, sebuah gagasan besar yang menempatkan perempuan dan tenaga pendidik sebagai garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Kehadiran Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat dalam kegiatan ini menegaskan keseriusan Pemkab dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Ia hadir bersama Ketua GOW Ny. Resty Yulandari Rahmat, serta sejumlah tokoh penting daerah yang turut memberi warna dalam diskusi inspiratif tersebut.

Suasana seminar berlangsung penuh antusias, dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perempuan, tenaga pendidik, hingga pemerhati anak. Hal ini mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu pendidikan, perlindungan anak, dan kesetaraan peran perempuan.

Ketua GOW Ny. Resty Yulandari Rahmat dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat tekad melanjutkan perjuangan emansipasi perempuan di era modern yang penuh tantangan.

Ia menegaskan bahwa perempuan masa kini dituntut tidak hanya mandiri, tetapi juga berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Peran aktif perempuan dalam berbagai sektor menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Lebih jauh, GOW Padang Pariaman disebut terus berkomitmen meningkatkan kapasitas perempuan melalui berbagai program nyata, mulai dari pelatihan, seminar, hingga pemberdayaan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Rahmat Hidayat dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perempuan di Padang Pariaman yang telah menjadi pilar penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi masa depan. Peran tersebut tidak tergantikan dan menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Dari tangan seorang ibu, lahir generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujar Rahmat dengan penuh penekanan.

Menurutnya, untuk melahirkan generasi yang tangguh dan berakhlak, seorang ibu harus dibekali dengan pengetahuan, wawasan luas, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat sebagai pedoman dalam mendidik anak.

Tidak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan yang aman, edukatif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Seminar ini juga menghadirkan narasumber kompeten yang memberikan perspektif dari sisi kesehatan dan pendidikan, sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif terkait pola asuh, perlindungan anak, serta strategi mencetak generasi berprestasi.

Diskusi yang berlangsung interaktif menjadi bukti bahwa isu perempuan dan anak merupakan perhatian bersama yang membutuhkan solusi kolektif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Padang Pariaman berharap semangat Kartini terus hidup dan berkembang, tidak hanya dalam bentuk simbolik, tetapi juga dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari kualitas perempuan dan generasi mudanya, yang harus terus dibina dan diberdayakan secara berkesinambungan.

Dengan sinergi yang kuat antara seluruh elemen, Pemkab Padang Pariaman optimistis dapat mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam karakter dan moral.

**TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *