IKAPPABASKO Satukan Perantau dalam Doa, Harapkan Pemulihan Pascabencana di Tanah Datar dan Padang Panjang

Berita25 Dilihat

Jakarta | JNS – Prokopim
Solidaritas dan kepedulian perantau kembali menguat dalam balutan ibadah. Ikatan Keluarga Padang Panjang, Batipuh dan X Koto (IKAPPABASKO) Jabodetabek menggelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama, Minggu (11/01/2026), di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sebagai bentuk keprihatinan dan doa untuk kampung halaman yang dilanda bencana alam.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM dan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA, serta diisi tausiah oleh Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh. Kehadiran para pimpinan daerah itu menjadi penguat moral bagi para perantau yang tergabung dalam IKAPPABASKO Jabodetabek.

Tabligh akbar ini menjadi ruang spiritual sekaligus silaturahmi, di mana para perantau bersama-sama memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak banjir, galodo, dan tanah longsor di wilayah Padang Panjang, Batipuh, X Koto, Batipuh Selatan, dan Kabupaten Tanah Datar.

Ketua IKAPPABASKO Jabodetabek, Chairul Alfi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian perantau terhadap kondisi kampung halaman, sekaligus penguatan ukhuwah di tengah ujian bencana.

> “Kami berterima kasih atas kehadiran Bupati Tanah Datar dan Wali Kota Padang Panjang. Kehadiran ini menjadi semangat bagi kami para perantau untuk terus peduli dan berkontribusi bagi daerah asal,” ungkap Chairul.

 

Ia juga menjelaskan, sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1962, IKAPPABASKO tidak hanya bergerak dalam doa, tetapi juga aksi nyata. Melalui penggalangan dana dari para perantau, bantuan kemanusiaan yang terkumpul mencapai Rp170 juta dan telah disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Padang Panjang dan Tanah Datar.

Dalam sambutannya, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian serta solidaritas para perantau, khususnya keluarga besar IKAPPABASKO.

Bupati Eka Putra juga memaparkan perkembangan penanganan bencana di Tanah Datar yang saat ini telah memasuki masa transisi tanggap darurat, termasuk langkah koordinasi yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat.

> “Pemerintah daerah terus berupaya maksimal. InsyaAllah dalam waktu dekat akan dibangun Sabo Dam di wilayah X Koto dan Malalo sebagai langkah mitigasi bencana ke depan,” ujar Eka Putra.

 

Selain itu, ia juga menyinggung masih adanya satu titik rawan akibat tingginya curah hujan, yakni di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, di mana debit air masih melimpas ke badan jalan. Pemerintah daerah, kata Eka Putra, telah melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Provinsi dan direncanakan akan ditangani melalui pembangunan jembatan armco.

Rangkaian kegiatan tabligh akbar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh, sebagai ikhtiar batin agar masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan, serta daerah yang dilanda bencana segera pulih dan bangkit kembali.

(A. Rofiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *