Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Bupati Eka Putra Duduk Bersama Wali Nagari: Dari Silaturahmi Ramadhan Lahir Harapan Baru untuk Nagari Tanah Datar

Berita6 Dilihat

TANAH DATAR | Suasana Ramadhan menghadirkan kehangatan tersendiri di Gedung Indojolito pada Senin (9/3/2026). Di tempat bersejarah itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly duduk satu meja dengan para wali nagari dalam sebuah silaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama Forum Komunikasi Wali Nagari Tanah Datar (FKWN).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial berbuka puasa. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang terbuka bagi para wali nagari untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga keterbatasan anggaran nagari yang semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir.

Kehadiran Eka Putra di tengah para wali nagari pun menjadi simbol kedekatan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintahan nagari. Suasana diskusi berlangsung hangat, penuh keterbukaan, seolah menghapus jarak antara pemimpin daerah dengan para pemimpin nagari yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Wali Nagari Tanah Datar, Genta Maulana, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanah Datar yang telah menginisiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, ruang dialog seperti ini sangat penting agar aspirasi nagari dapat langsung didengar oleh pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Eka Putra yang telah membawa suara para wali nagari ke tingkat nasional melalui forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), terutama terkait persoalan berkurangnya anggaran nagari.

Menurut Genta, kondisi anggaran nagari saat ini memang cukup memprihatinkan. Rata-rata nagari hanya menerima dana sekitar Rp250 juta hingga Rp350 juta setiap tahunnya. Dengan jumlah tersebut, banyak program pembangunan yang belum dapat dilaksanakan secara optimal.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Bupati untuk terus memperjuangkan peningkatan anggaran nagari, baik melalui pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ungkapnya dengan penuh harap di hadapan para peserta yang hadir.

Menanggapi hal itu, Eka Putra menyampaikan bahwa persoalan anggaran nagari memang telah menjadi perhatian serius banyak kepala daerah. Ia menegaskan bahwa isu tersebut sudah disampaikan langsung kepada pemerintah pusat dalam forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.

Dalam forum tersebut, para kepala daerah berkesempatan berdialog langsung dengan Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri dan Yandri Susanto sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Alhamdulillah pada kesempatan itu pemerintah pusat menyampaikan bahwa akan dilakukan kajian ulang untuk meningkatkan kembali anggaran bagi desa atau nagari,” ujar Eka Putra di hadapan para wali nagari.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Ia mengajak para wali nagari untuk lebih aktif berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) agar berbagai persoalan pembangunan dapat segera ditangani.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah kondisi jalan di sejumlah nagari yang mengalami kerusakan. Menurutnya, langkah awal seperti penambalan atau patching dapat segera dilakukan apabila wali nagari aktif berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Saya minta kepada wali nagari untuk segera membuat surat dan berkoordinasi dengan Dinas PU agar dilakukan patching pada jalan-jalan yang rusak di nagari masing-masing,” tegasnya.

Selain jalan, persoalan irigasi juga menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Eka Putra meminta agar wali nagari segera mengusulkan perbaikan irigasi, terutama yang terdampak bencana atau yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertanian masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara wali nagari dengan berbagai pihak, termasuk anggota legislatif di tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, komunikasi yang intens akan membuka lebih banyak peluang untuk menghadirkan program pembangunan ke nagari.

Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly mengingatkan agar para wali nagari terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai nagari merupakan garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak.

“Jangan sampai ada lagi masyarakat yang mengeluhkan pelayanan di kantor wali nagari. Kita harus memastikan masyarakat terbantu sehingga tidak ada yang terlantar dalam persoalan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran nagari dalam penanganan stunting. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting sangat bergantung pada peran aktif pemerintah nagari dalam menjalankan program pencegahan.

“Persoalan stunting bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan anak-anak kita dan kualitas kehidupan masyarakat ke depan,” kata Ahmad Fadly.

Di akhir pertemuan, suasana kembali mencair ketika para peserta bersiap untuk berbuka puasa bersama. Silaturahmi yang terjalin malam itu tidak hanya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan nagari, tetapi juga menghadirkan optimisme baru bahwa pembangunan nagari akan terus bergerak meski di tengah berbagai keterbatasan.

Catatan Redaksi:

Silaturahmi antara Bupati Tanah Datar dengan para wali nagari melalui Forum Komunikasi Wali Nagari menjadi gambaran bagaimana komunikasi langsung antara pemimpin daerah dan pemerintahan nagari dapat melahirkan solusi bersama. Dalam situasi keterbatasan anggaran, dialog, koordinasi, dan kebersamaan menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

NB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed