Kolaborasi Kemanusiaan untuk Warga Kecil: Jefri Idrus Perjuangkan Biaya Persalinan Fitri Hingga Tuntas

Berita86 Dilihat

AMBUANG KAPUA, PD. PARIAMAN | Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan oleh calon Wali Nagari Ambuang Kapua, Jefri Idrus. Melalui perjuangan dan komunikasi yang dibangunnya bersama berbagai pihak, Fitri, atau yang akrab dipanggil Epi, akhirnya bisa bernapas lega setelah seluruh persoalan biaya persalinannya mendapatkan solusi.

Sebelumnya, kondisi ekonomi keluarga Fitri membuat mereka dihantui rasa cemas menjelang proses persalinan. Di tengah keterbatasan tersebut, Jefri Idrus hadir mendampingi keluarga dan berupaya mencarikan jalan keluar agar Fitri tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya pengobatan.

Tidak berjalan sendiri, Jefri Idrus membangun kolaborasi kemanusiaan bersama Direktur RSUD Parit Malintang Efri Yeni. Selain itu, turut dilibatkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr. Engga, Kepala Dinas Sosial P3A Siska Primadona, serta BAZNAS Padang Pariaman untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi keluarga Fitri.

Melalui koordinasi dan kepedulian lintas instansi tersebut, seluruh kebutuhan biaya persalinan dan pengobatan akhirnya dapat ditangani. Kabar itu menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga Fitri yang sebelumnya diliputi kebingungan dan rasa takut menghadapi biaya rumah sakit.

Perhatian terhadap kondisi Fitri juga datang dari Bidan Desa Nagari Ambuang Kapua, Vivit Tuesdayati, Amd.Keb. Ia menyampaikan bahwa sejak mulai ditugaskan pada Januari 2026, dirinya terus memantau kondisi kesehatan Fitri, baik sebelum maupun sesudah persalinan.

“Sejak awal saya selalu memantau kondisi pasien Epi. Pasca persalinan pun saya terus mendampingi dan menemani pasien mulai dari rumah bidan, dirujuk ke Puskesmas Sungai Sariak, hingga akhirnya mendapatkan penanganan di RSUD Parit Malintang,” ujar Vivit Tuesdayati.

Dedikasi dan kepedulian Vivit mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai tulus mendampingi pasien hingga proses penanganan berjalan dengan baik. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa tenaga kesehatan di tingkat desa memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan ibu dan bayi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kami merasa tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ungkap keluarga Fitri dengan mata berkaca-kaca.

Langkah yang dilakukan Jefri Idrus bersama seluruh pihak terkait dinilai masyarakat sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat kecil. Bukan sekadar hadir memberi janji, tetapi turun langsung membawa solusi bagi warga yang membutuhkan bantuan.

Kisah ini menjadi bukti bahwa kepedulian, gotong royong, dan kerja sama lintas sektor mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat kecil. Di saat keluarga kurang mampu merasa kesulitan, masih ada banyak pihak yang bergerak memastikan mereka tetap mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *