Ketua PWI Kota Solok Drs. Roni Natase Perkuat Silaturahmi Insan Pers, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar Sambut Kunjungan Studi Kooperatif di Pekanbaru

Berita29 Dilihat

PEKANBARU | Memperkuat silaturahmi, memperluas wawasan, dan menjaga marwah profesi menjadi semangat utama rombongan wartawan Kota Solok, Sumatera Barat, saat melanjutkan agenda studi kooperatif hari ketiga ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau. Rombongan yang dikoordinasikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok, Nurzal Agustin, disambut langsung Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, dalam kunjungan yang menjadi ruang pertemuan dan pertukaran pengalaman ant insan pers. Pekanbaru, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kehadiran rombongan wartawan Kota Solok bukan sekadar memenuhi agenda perjalanan, melainkan juga membawa harapan untuk membangun hubungan yang lebih erat antara insan pers lintas provinsi. Di tengah perubahan dunia media yang berlangsung cepat, pertemuan semacam ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat komitmen terhadap jurnalisme yang profesional, berimbang, dan bertanggung jawab.

Ketua PWI Kota Solok, Drs. Roni Natase, memandang silaturahmi ant wartawan sebagai bagian penting dalam membangun kekuatan pers yang berlandaskan kebersamaan. Menurutnya, perbedaan daerah, pengalaman, dan latar belakang media tidak seharusnya menjadi sekat bagi insan pers untuk saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pemberitaan dan menjaga kehormatan profesi.

“Bagi kami, kunjungan ini bukan hanya tentang datang dan bertemu, tetapi bagaimana kita bisa saling mengenal, saling belajar, dan membawa pulang pengalaman berharga. Pers akan semakin kuat apabila wartawannya menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan tetap berpegang teguh pada kebenaran,” ujar Drs. Roni Natase.

Penyambutan langsung oleh Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pertemuan ini membuka ruang komunikasi untuk mengenal lebih jauh dinamika organisasi pers dan tantangan jurnalistik di daerah, sekaligus mempererat hubungan profesional antara wartawan Kota Solok dan insan pers di Provinsi Riau.

Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kecepatan penyebaran informasi sering kali berhadapan dengan kebutuhan untuk melakukan verifikasi secara cermat. Karena itu, profesionalisme tidak cukup diukur dari seberapa cepat berita diterbitkan, tetapi juga dari ketepatan fakta, keberimbangan informasi, kedalaman penelusuran, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

Drs. Roni Natase juga menekankan bahwa pers harus tetap dekat dengan masyarakat. Menurutnya, tugas wartawan tidak berhenti pada penyampaian peristiwa, tetapi juga mencakup upaya menghadirkan suara masyarakat, mengangkat persoalan yang membutuhkan perhatian, serta menyampaikan informasi yang memberi manfaat bagi kehidupan publik.

“Wartawan itu bekerja untuk masyarakat. Kita harus mampu mendengar suara orang kecil, menyampaikan fakta dengan jujur, dan tetap menjaga hati nurani dalam setiap pemberitaan. Jangan sampai keinginan mengejar perhatian membuat kita melupakan etika, karena kepercayaan masyarakat adalah kehormatan terbesar bagi seorang wartawan,” tutur Roni Natase.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa marwah pers dibangun melalui kerja jurnalistik yang konsisten, bukan sekadar slogan. Wartawan dituntut menjaga independensi, menghormati hak narasumber, menghindari informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan secara adil sesuai prinsip jurnalistik.

Kegiatan studi kooperatif yang dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Solok, Nurzal Agustin, juga menjadi kesempatan memperluas wawasan dan memperkuat komunikasi antara insan pers dan pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan berlangsung secara konstruktif dengan tetap menjunjung kebebasan pers dan independensi redaksi dalam menjalankan fungsi informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.

Bagi rombongan wartawan Kota Solok, kunjungan ke PWI Provinsi Riau diharapkan menjadi pengalaman yang dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman menjadi modal untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring profesional, serta menghadapi perubahan teknologi yang terus memengaruhi pola produksi dan konsumsi berita.

Lebih jauh, kegiatan ini membawa pesan bahwa kemajuan pers membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan keterbukaan dalam menerima pengalaman baru. Organisasi profesi, pemerintah daerah, dan insan media memiliki peran masing-masing dalam ekosistem informasi, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat serta penghormatan terhadap kemerdekaan pers sebagai prinsip penting.

Kunjungan hari ketiga tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi perjalanan, tetapi menjadi awal hubungan yang berkelanjutan antara insan pers Kota Solok dan Provinsi Riau. Silaturahmi yang terjalin diharapkan membuka peluang pertukaran wawasan, memperkuat solidaritas, serta mendorong lahirnya karya jurnalistik yang semakin berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, perjalanan ini menegaskan bahwa pers yang bermartabat lahir dari wartawan yang terus belajar, berani menyuarakan fakta, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui studi kooperatif diharapkan menjadi bekal bagi wartawan Kota Solok untuk terus menjaga integritas dan kepercayaan publik dalam menjalankan tugas jurnalistik.

PERS PROFESIONAL, INDEPENDEN, DAN BERINTEGRITAS. MENJAGA FAKTA, MERAWAT PERSAUDARAAN, DAN MENGABDI KEPADA MASYARAKAT MELALUI INFORMASI YANG BERMARTABAT.

Katim RMO Group | Wyndoee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *