John Kenedy Azis Tegaskan Komitmen Perjuangkan Huntap untuk Korban Bencana Batang Anai

Berita23 Dilihat

PADANG PARIAMAN | Langit Batang Anai tampak cerah ketika rombongan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta tiba di kawasan Hunian Sementara (Huntara), Rabu, 13 Mei 2026. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Sumbar itu membawa suasana hangat di tengah masyarakat yang hingga kini masih bertahan menjalani kehidupan pascabencana.

Sejak kendaraan rombongan memasuki kawasan huntara, puluhan anak-anak langsung berlarian mendekat. Dengan wajah polos penuh semangat, mereka berebut ingin bersalaman dengan Kapolda. Senyum ramah Gatot Tri Suryanta seolah menjadi penguat bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Di lokasi tersebut, Kapolda Sumbar disambut langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama jajaran pemerintah daerah. Turut hadir Plt Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, Sekda Hendra Aswara, para kepala OPD, staf ahli, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Kapolda memilih berdialog langsung dengan warga, mendengarkan cerita mereka, serta menyerap berbagai harapan yang selama ini tersimpan di balik dinding-dinding huntara.

“Bagaimana kondisi Bapak dan Ibu di sini? Apa yang masih menjadi kebutuhan utama?” tanya Kapolda kepada warga dengan penuh perhatian.

Pertanyaan sederhana itu langsung memantik suasana haru. Sejumlah warga mengaku bersyukur karena selama masa sulit pascabencana, pemerintah daerah dan aparat kepolisian terus hadir mendampingi mereka.

Bagi masyarakat Batang Anai, huntara bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Setelah berbulan-bulan menata kehidupan di sana, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi ruang tumbuh harapan baru bagi keluarga-keluarga korban bencana.

Karena itu, warga berharap lokasi huntara dapat ditetapkan menjadi hunian tetap atau huntap agar mereka tidak lagi dihantui ketidakpastian masa depan.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman hingga kini masih terus memperjuangkan status kawasan tersebut agar dapat menjadi huntap resmi.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pihak terkait di tingkat pusat agar warga memperoleh kepastian tempat tinggal yang layak dan aman.

“Kami tidak tinggal diam. Perjuangan ini terus kami lakukan demi masyarakat. Kami ingin warga memiliki tempat tinggal yang benar-benar aman dan nyaman untuk jangka panjang,” ujar John Kenedy Azis di hadapan warga huntara.

Ia juga mengakui bahwa persoalan legalitas dan izin lokasi masih menjadi tantangan besar. Namun pemerintah daerah tetap membuka berbagai alternatif, termasuk mencari kawasan baru yang lebih aman dari risiko banjir maupun bencana serupa.

Di tengah dialog penuh keakraban itu, warga juga menyampaikan kondisi persediaan bahan pangan yang mulai menipis. Mendengar keluhan tersebut, Kapolda Sumbar bersama jajaran langsung menyerahkan bantuan sembako dan bantuan tunai bagi masyarakat penghuni huntara.

Bantuan itu disambut penuh rasa syukur. Bagi warga, perhatian yang diberikan bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian yang membuat mereka merasa tidak sendiri menghadapi masa sulit.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, kegiatan juga diisi dengan penanaman bibit pohon buah serta pelepasan bibit ikan sebagai langkah mendukung ketahanan pangan masyarakat di kawasan huntara.

Polres Padang Pariaman juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Sejumlah ibu-ibu dan lansia tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat korban bencana menghadirkan nuansa berbeda. Tidak ada sekat formalitas. Yang terlihat justru kebersamaan dan rasa empati yang tumbuh dalam suasana kekeluargaan.

Bagi anak-anak penghuni huntara, momen kedatangan Kapolda menjadi pengalaman yang membahagiakan. Tawa mereka pecah ketika diajak bercanda dan diberi perhatian secara langsung oleh para pejabat yang hadir.

Kunjungan itu menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun fisik semata, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri dan semangat hidup masyarakat.

Di balik sederet keterbatasan yang masih dihadapi, warga Huntara Batang Anai kini kembali menaruh harapan besar. Harapan agar perjuangan menjadikan kawasan itu sebagai huntap dapat segera menemukan titik terang, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih pasti dan lebih baik di masa depan.

Catatan Redaksi: Kehadiran pemerintah daerah dan aparat kepolisian di tengah masyarakat terdampak bencana menjadi bentuk nyata pelayanan kemanusiaan yang mengedepankan empati, perlindungan, serta komitmen membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *