FORAS II Se-Sumatera Barat Resmi Digelar di MAN 1 Padang Pariaman,Panggung Kolaborasi Religi, Seni, Olahraga, dan Sains

Berita29 Dilihat

Lubuk Alung | Halaman MAN 1 Padang Pariaman berubah menjadi pusat denyut prestasi dan kreativitas pelajar saat FORAS II (Festival of Religious Art and Science) tingkat Sumatera Barat resmi dibuka, Senin (20/01/2026). Ajang prestisius ini menjadi ruang kolaborasi strategis antara nilai religius, seni budaya, olahraga, dan kecerdasan akademik, yang diikuti pelajar SLTP dan SLTA dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pembukaan FORAS II berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan kehadiran Kepala Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Syafrizal, S.Pd., M.M., serta Asisten I Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Rahmat, yang hadir mewakili Bupati Padang Pariaman. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong lahirnya generasi muda madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Kepala MAN 1 Padang Pariaman, Amrizon, selaku tuan rumah menegaskan bahwa FORAS II tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan wahana pembinaan menyeluruh bagi peserta didik.

“FORAS II dirancang sebagai ruang lahirnya generasi yang unggul secara akademik, kokoh secara spiritual, serta kreatif dan sportif dalam seni maupun olahraga,” tegas Amrizon.

FORAS II mempertandingkan beragam cabang lomba yang dirancang komprehensif. Untuk tingkat SLTP, kompetisi meliputi olahraga, seni, dan akademik, seperti Sains IPA, Matematika, dan IPS, yang diperkaya dengan lomba Tahfiz, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai penguatan nilai keislaman.

Sementara itu, tingkat SLTA menampilkan ajang seni dan kedisiplinan yang sarat makna budaya dan karakter, di antaranya Tari Randai, Tari Kreasi, serta Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) yang mengasah kekompakan, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Padang Pariaman, Syafrizal, menegaskan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai religius dalam sistem pendidikan madrasah.

“FORAS II membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berbudaya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Asisten I Pemkab Padang Pariaman, Rudi Rahmat, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan FORAS II yang dinilainya sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia daerah.

“Kegiatan seperti FORAS II harus terus didukung karena menjadi investasi penting dalam mencetak generasi emas Padang Pariaman dan Sumatera Barat ke depan,” ungkapnya.

FORAS II dijadwalkan berlangsung selama enam hari, dari 20 hingga 25 Januari 2026 (Senin–Sabtu). Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan MAN 1 Lubuk Alung sebagai episentrum prestasi, kreativitas, dan nilai-nilai keislaman pelajar madrasah Sumatera Barat.

Dengan semangat kompetisi yang sehat, edukatif, dan berkarakter, FORAS II diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional hingga internasional.##jeff##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *