Dari Hati ke Hati, AKBP Agung Tribawanto dan Istri Ajak Warga Rayakan Idul Fitri Penuh Makna

Berita6 Dilihat

PASAMAN BARAT | Ada yang terasa berbeda dari ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang disampaikan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Bukan sekadar formalitas pejabat, tetapi sebuah sapaan hangat yang terasa dekat, tulus, dan penuh makna.

Didampingi sang istri, Ny. Panca Agung, Kapolres tampil sederhana dengan gestur penuh hormat. Keduanya menyampaikan ucapan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” dengan cara yang begitu membumi, seolah berbicara langsung kepada setiap warga.

Di balik balutan seragam dinas yang identik dengan ketegasan, sosok AKBP Agung Tribawanto memperlihatkan sisi lain—sisi yang lebih humanis. Lebaran menjadi momen di mana jarak antara aparat dan masyarakat terasa mencair.

Bagi Kapolres, Idul Fitri bukan hanya perayaan, tetapi ruang untuk memperbaiki diri. Ia mengajak masyarakat untuk saling membuka hati, menghapus kesalahpahaman, dan kembali merajut kebersamaan yang mungkin sempat terputus.

Kehadiran Ny. Panca Agung di sampingnya menambah nuansa hangat dalam pesan tersebut. Ia tidak hanya sekadar mendampingi, tetapi turut menyampaikan makna pentingnya peran keluarga dalam menjaga keharmonisan sosial.

Dalam kelembutan pesannya, Ny. Panca Agung mengajak para ibu dan keluarga untuk menjadikan rumah sebagai tempat pertama menanamkan nilai-nilai kasih sayang, saling menghargai, dan saling memaafkan.

Visual bernuansa religi yang melatarbelakangi ucapan tersebut semakin menguatkan suasana. Masjid, warna keemasan, dan simbol-simbol Islami menghadirkan ketenangan, sejalan dengan pesan yang disampaikan.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi lahir dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat saling menghormati, maka ketertiban akan tercipta dengan sendirinya.

Di tengah kesibukan pengamanan Lebaran, Kapolres tetap menyempatkan diri menyapa masyarakat melalui pesan ini. Sebuah bentuk kepedulian yang sederhana, namun memiliki arti besar.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama perayaan, baik saat mudik maupun bersilaturahmi. Lebaran harus dirayakan dengan penuh kebahagiaan, tanpa mengabaikan kewaspadaan.

Sementara itu, peran Bhayangkari yang diwakili Ny. Panca Agung menjadi bagian penting dalam mendukung tugas kepolisian. Kehadirannya mencerminkan kekuatan di balik layar yang sering kali tidak terlihat, namun sangat berarti.

Pesan yang disampaikan keduanya terasa utuh—menggabungkan ketegasan seorang pemimpin dengan kelembutan sentuhan keluarga. Sebuah kombinasi yang jarang terlihat, namun justru itulah yang membuatnya berkesan.

Lebih dari sekadar ucapan, ini adalah cerminan bahwa polisi hadir sebagai bagian dari masyarakat. Tidak berjarak, tidak kaku, tetapi dekat dan memahami.

Pada akhirnya, melalui momentum Idul Fitri ini, AKBP Agung Tribawanto dan Ny. Panca Agung berharap masyarakat Pasaman Barat dapat merayakan hari kemenangan dengan hati yang bersih, penuh kedamaian, serta semangat baru untuk menjaga kebersamaan.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *