Wacana Strategis Hendra Aswara, Pemindahan Disdikbud Padang Pariaman Demi Layanan Pendidikan Lebih Berkualitas

Berita5 Dilihat

PD. PARIAMAN | Wacana pemindahan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman mencuat ke permukaan setelah Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara memberikan penjelasan terbuka terkait kondisi riil yang selama ini terjadi di lapangan, Selasa (28 April 2026).

Keputusan yang masih dalam tahap perencanaan ini bukanlah gagasan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan telah lama menjadi harapan internal pegawai yang menginginkan lingkungan kerja yang lebih layak, aman, dan mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selama ini, aktivitas Disdikbud masih menempati gedung sekolah dasar yang berada di kawasan Parit Malintang. Kondisi tersebut membuat fungsi utama bangunan sebagai tempat belajar harus berbagi ruang dengan aktivitas perkantoran yang cukup padat setiap harinya.

Situasi ini dinilai tidak ideal, karena lingkungan sekolah semestinya menjadi ruang yang tenang dan kondusif bagi siswa untuk belajar, tanpa terganggu oleh lalu lalang aktivitas pelayanan publik maupun urusan administrasi pemerintahan.

Hendra Aswara menegaskan bahwa keberadaan kantor di dalam lingkungan sekolah berpotensi mengganggu konsentrasi siswa, sekaligus menciptakan ketidaknyamanan bagi tenaga pendidik yang membutuhkan suasana belajar yang fokus dan tertib.

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Daya listrik yang terbatas membuat sejumlah perangkat kerja tidak dapat beroperasi maksimal, termasuk pendingin ruangan yang sangat dibutuhkan dalam menunjang kinerja pegawai.

Permasalahan juga merambah pada ketersediaan lahan parkir yang sempit. Kondisi ini kerap memicu kesemrawutan, terutama saat terjadi lonjakan kunjungan masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi pendidikan.

Tidak hanya itu, persoalan keamanan turut menjadi perhatian. Beberapa kejadian upaya pencurian kendaraan di area kantor semakin mempertegas bahwa lingkungan saat ini belum sepenuhnya mampu memberikan rasa aman bagi pegawai maupun masyarakat.

Kendala lain yang cukup krusial adalah ketersediaan air bersih. Sumber air yang masih bergantung pada air tanah sering mengalami gangguan, meskipun berbagai upaya perbaikan telah dilakukan secara berkala oleh pihak terkait.

Melihat berbagai persoalan tersebut, rencana pemindahan kantor dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada relokasi semata, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

Selain itu, langkah ini juga berkaitan dengan upaya menjaga aset daerah, khususnya bangunan sekolah yang seharusnya difokuskan sepenuhnya untuk kegiatan pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Meski demikian, Hendra Aswara menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap wacana dan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat, dengan harapan setiap kebijakan yang diambil nantinya benar-benar membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Padang Pariaman.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *