Bupati Eka Putra Tegaskan Hunian Tetap Jadi Pondasi Pemulihan Warga Pascabencana

Berita74 Dilihat

JNS, TANAH DATAR | Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memastikan komitmen jangka panjang dalam penanganan pascabencana banjir bandang dengan menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memulihkan rasa aman masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan bencana alam.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan, penyediaan hunian tetap tidak sekadar menjawab kebutuhan fisik berupa rumah, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan sosial dan ekonomi warga. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan masyarakat dapat kembali hidup secara layak, aman, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Tanah Datar telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih dua hektare di kawasan Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan. Lokasi tersebut direncanakan menjadi kawasan huntap terpadu bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang.

Di atas lahan tersebut, pemerintah daerah merencanakan pembangunan sebanyak 34 unit rumah. Huntap ini diprioritaskan bagi keluarga yang selama ini tinggal di zona rawan bencana dan tidak lagi memungkinkan untuk kembali menempati lokasi lama.

Menurut Bupati Eka Putra, pemilihan Ladang Laweh telah melalui kajian teknis dan pertimbangan matang. Aspek keamanan dari potensi bencana lanjutan menjadi faktor utama, disamping pertimbangan sosial dan kemudahan akses bagi warga penerima manfaat.

Lokasi huntap terpadu ini juga berada tidak jauh dari kawasan hunian tetap yang telah dibangun sebelumnya. Kedekatan tersebut diharapkan dapat memudahkan integrasi dengan fasilitas pendukung, seperti akses jalan, jaringan air bersih, serta layanan sosial dasar lainnya.

Selain skema huntap terpadu, Pemkab Tanah Datar juga menyiapkan pola huntap mandiri. Skema ini ditujukan bagi warga yang memenuhi persyaratan tertentu dan memiliki lahan aman untuk dibangun rumah, khususnya mereka yang sebelumnya bermukim di zona merah bencana.

Kedua pola pembangunan hunian tersebut akan dilaksanakan secara bersamaan. Pemerintah daerah menargetkan percepatan pemulihan pascabencana agar warga tidak terlalu lama berada dalam kondisi ketidakpastian tempat tinggal.

Bupati Eka Putra menekankan, keberadaan hunian tetap diharapkan mampu mengembalikan ritme kehidupan masyarakat. Dengan tempat tinggal yang layak, warga dapat kembali fokus membangun kehidupan keluarga, bekerja, serta menggerakkan roda ekonomi lokal.

Dalam prosesnya, Pemkab Tanah Datar terus menjalin koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait, baik di tingkat provinsi maupun pusat. Sinergi ini diperlukan agar pembangunan huntap berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat terdampak agar setiap tahapan pembangunan dapat dipahami secara transparan. Partisipasi warga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan dan keberterimaan program hunian tetap ini.

Dengan langkah terencana dan terukur tersebut, Pemkab Tanah Datar berharap pembangunan huntap tidak hanya menjadi simbol pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi awal kehidupan baru yang lebih aman bagi warga korban banjir bandang.

Catatan Redaksi:
Berita ini disusun untuk memberikan informasi publik terkait kebijakan dan langkah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam penanganan pascabencana banjir bandang, khususnya penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

A. Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *