Turnamen Pencak Silat V-COT Cup 2026 Resmi Digelar, SMAN 1 V Koto Timur Jadi Pusat Lahirnya Atlet Muda Padang Pariaman

Berita62 Dilihat

Padang Pariaman | Halaman SMAN 1 V Koto Timur, Senin (19/01/2026), berubah menjadi arena penuh semangat ketika Turnamen Pencak Silat V-COT Cup 2026 resmi digelar. Untuk pertama kalinya, sekolah ini menjadi tuan rumah ajang pencak silat tingkat pelajar yang menyatukan prestasi olahraga, pembinaan karakter, dan pelestarian budaya Minangkabau dalam satu panggung kompetisi.

Mengusung tema “Sportif dalam Gerak”, turnamen ini diikuti 158 peserta, terdiri dari 149 atlet pencak silat tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Padang Pariaman serta 9 peserta kategori Solo Song. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Selasa (20/01/2026), dengan mempertandingkan berbagai kelas dan kategori.

Sejak pagi, antusiasme peserta dan penonton tampak jelas. Sorak dukungan, irama gendang, dan gerak silat yang tegas menjadi gambaran bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan identitas dan warisan budaya yang terus hidup di tengah generasi muda.

Pembukaan turnamen berlangsung khidmat dan meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Kacabdin Wilayah II Sumatera Barat Yul Ardi, S.Pd., M.M, Camat V Koto Timur Budi Saputra, M.T, Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman Fraksi Golkar Agusriadi, S.Pd, para wali nagari se-Kecamatan V Koto Timur, kepala SMA se-Kabupaten Padang Pariaman, pengurus IPSI, tokoh masyarakat, serta unsur alumni SMAN 1 V Koto Timur.

Ketua Panitia, Adek, dalam laporannya menyampaikan bahwa V-COT Cup merupakan ajang perdana yang digelar oleh SMAN 1 V Koto Timur. Meski baru pertama kali dilaksanakan, tingginya jumlah peserta dan dukungan berbagai pihak menjadi bukti kuat bahwa turnamen ini mendapat sambutan luas.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi awal dari komitmen kami membangun wadah kompetisi pencak silat yang berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dari awal hingga akhir dan menjadi agenda rutin ke depan,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 V Koto Timur, Dra. Asma, M.Pd, menjelaskan bahwa V-COT merupakan singkatan dari V Koto Timur – Championship of Talents, sebuah konsep kegiatan yang dirancang sebagai ruang pengembangan bakat, karakter, dan kepemimpinan siswa.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga seni, disiplin, dan pembentuk karakter. Alhamdulillah, kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi sekolah, alumni, IPSI, serta dukungan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para alumni SMAN 1 V Koto Timur, terutama Andri, yang dinilai berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan turnamen, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Camat V Koto Timur Budi Saputra, M.T menegaskan bahwa V-COT Cup sejalan dengan upaya pemerintah kecamatan dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan positif berbasis olahraga dan seni.

“SMA Negeri adalah bagian dari harga diri kecamatan. V-COT Cup membuktikan bahwa sekolah mampu menjadi pusat aktivitas positif dan pembinaan generasi muda,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Agusriadi, S.Pd, yang merupakan putra daerah Limau Puruik. Ia berharap V-COT Cup dapat berkembang menjadi agenda tahunan dan diperluas hingga tingkat provinsi.

“Pencak silat adalah identitas Minangkabau. Turnamen seperti ini harus terus didorong agar lahir atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang berkarakter kuat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kacabdin Wilayah II Sumatera Barat Yul Ardi menilai V-COT Cup sebagai implementasi nyata kurikulum pendidikan yang menekankan pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan penguatan profil pelajar Pancasila.

“Ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang belajar. Siswa belajar mengelola acara, bekerja sama, hingga mempublikasikan kegiatan. Inilah sekolah hidup yang kita dorong,” katanya.

Turnamen Pencak Silat V-COT Cup 2026 diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya agenda kompetisi berjenjang di Padang Pariaman, mempererat silaturahmi antarpelajar, serta menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya Minangkabau yang terus tumbuh bersama zaman.

Jeff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *