Padang Pariaman | Peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Padang Pariaman menjadi momentum reflektif bagi pemerintah daerah untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat. Peringatan yang jatuh setiap 11 Januari ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai titik evaluasi atas perjalanan panjang daerah dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan.
Memasuki usia hampir dua abad, Padang Pariaman dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari pemulihan pascabencana, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Di tengah tantangan itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Bupati Padang Pariaman dalam peringatan Hari Jadi ke-193 menekankan bahwa pemerintahan tidak boleh berjarak dengan rakyat. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat dijaga melalui kerja nyata, kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar warga, serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan publik.
Rangkaian peringatan Hari Jadi tahun ini dilaksanakan dengan pendekatan sederhana namun sarat makna. Pemerintah daerah mengawali kegiatan dengan aksi sosial dan gotong royong di berbagai titik, sebagai simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperkuat solidaritas sosial.
Selain kegiatan sosial, peringatan juga diisi dengan dzikir, doa bersama, dan tabligh akbar. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi ruang refleksi spiritual, sekaligus pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga pada kekuatan moral dan nilai kebersamaan.
Dalam suasana khidmat doa bersama, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi ke-193 sebagai titik awal memperkuat persatuan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda.
Pemerintah daerah menyadari bahwa masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan pembangunan. Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Sebaliknya, hal itu harus menjadi pemacu untuk terus berinovasi dan memperbaiki kinerja birokrasi.
Di bidang pelayanan publik, Pemkab Padang Pariaman berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sistem, sumber daya manusia, maupun transparansi. Pemerintah menilai bahwa pelayanan yang cepat, adil, dan responsif merupakan cermin nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat.
Sementara di sektor ekonomi, pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, optimalisasi potensi nagari, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung masyarakat Padang Pariaman.
Peringatan Hari Jadi ke-193 juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan nilai adat dan budaya Minangkabau yang telah mengakar kuat di Padang Pariaman. Nilai gotong royong, musyawarah, dan kebersamaan dinilai tetap relevan sebagai fondasi pembangunan di tengah arus modernisasi.
Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus sejalan dengan karakter masyarakat Padang Pariaman: religius, beradat, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Pembangunan, menurutnya, tidak boleh menggerus identitas lokal, tetapi justru harus memperkuat jati diri daerah.
Dengan semangat Hari Jadi ke-193, pemerintah daerah berharap tumbuh optimisme baru di tengah masyarakat. Optimisme bahwa Padang Pariaman mampu bangkit, berbenah, dan melangkah lebih maju dengan tetap mengedepankan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Peringatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa usia daerah yang kian matang harus diiringi dengan kedewasaan dalam mengelola pemerintahan. Evaluasi, kritik, dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses membangun Padang Pariaman yang lebih baik.
Di penghujung peringatan, Bupati kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, dan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Padang Pariaman.
TIM






