PEMULIHAN SOLOK TAK SEKADAR INFRASTRUKTUR, BPS PUSAT TURUT PANTAU PERKEMBANGAN PASCABENCANA

Berita20 Dilihat

JNS | KABUPATEN SOLOK – Pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok tidak hanya berorientasi pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga mencakup pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Republik Indonesia beserta jajaran ke Kantor Wakil Bupati Solok, Rabu (4/11/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Rudy Repenaldi Rilis, di kantor wakil bupati arosuka.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan penanganan pascabencana dan memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat serta wilayah yang terdampak.

Bencana yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Solok telah menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Selain kerusakan infrastruktur, pemulihan aktivitas masyarakat juga membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya mempercepat proses pemulihan melalui pembenahan sarana dan prasarana, normalisasi sungai, serta langkah-langkah untuk mengembalikan aktivitas kehidupan masyarakat.

Kunjungan BPS Pusat diharapkan turut memperkuat dukungan informasi statistik mengenai perkembangan kondisi daerah setelah bencana.

Data mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam melihat sejauh mana dampak bencana serta kebutuhan pemulihan yang harus diprioritaskan.

Wakil Bupati H. Candra menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengupayakan pemulihan dengan membangun koordinasi dan dukungan bersama berbagai pihak.

Pemkab Solok berharap proses pemulihan dapat berjalan optimal sehingga masyarakat yang terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman dan nyaman.

Melalui koordinasi pemerintah daerah bersama BPS dan instansi terkait, pembangunan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ketahanan daerah menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.IRV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *