Pantau Transisi Pascabencana, Bupati Eka Putra Pastikan Infrastruktur Malalo Bangkit Kembali

Berita88 Dilihat

JNS | Tanah Datar — Deru alat berat yang mengikis lumpur dan bebatuan menjadi saksi keseriusan pemerintah daerah dalam memulihkan kehidupan warga pascabencana. Di tengah sisa-sisa dampak hidrometeorologi yang masih terasa, Bupati Tanah Datar Eka Putra turun langsung ke lapangan, meninjau sejumlah titik terdampak di Nagari Guguak Malalo, Sabtu (3/1/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran orang nomor satu di Tanah Datar tersebut menandai komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masa transisi pascatanggap darurat berjalan optimal, terukur, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.Di beberapa ruas jalan nagari, Bupati Eka Putra menyaksikan langsung proses pembersihan material banjir berupa pasir, batu, dan lumpur yang sebelumnya menutup akses utama warga. Jalan-jalan yang sempat lumpuh kini perlahan kembali terbuka, menjadi harapan baru bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Namun di Dusun Pasar Malalo, persoalan lebih serius masih membayangi. Jalan utama yang menjadi nadi pergerakan warga dilaporkan hanyut tersapu derasnya arus banjir. Di lokasi ini, Eka Putra menerima penjelasan teknis dari perangkat nagari dan dinas terkait, sembari menegaskan pentingnya penanganan cepat namun tetap berkelanjutan.
Tak hanya infrastruktur jalan,

pemulihan jaringan listrik juga menjadi perhatian khusus. Bupati memantau langsung progres pemasangan tiang listrik pengganti yang rusak akibat terjangan bencana. Ia menyampaikan apresiasi kepada PLN atas gerak cepat dan komitmen mereka dalam memulihkan pasokan listrik bagi warga Malalo.

“Pemasangan tiang listrik sudah berjalan. Kita berharap aliran listrik segera kembali normal agar aktivitas masyarakat bisa pulih sepenuhnya,” ujar Eka Putra di sela peninjauan.

Lebih jauh, Eka Putra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tidak berhenti pada penanganan darurat semata. Ke depan, pihaknya akan menuntaskan pengajuan pembangunan kembali sabo dam yang rusak serta merehabilitasi jalan-jalan vital yang menjadi jalur distribusi dan akses hasil pertanian masyarakat.

Menurutnya, bencana harus menjadi momentum untuk membangun infrastruktur yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan alam. Karena itu, seluruh langkah pemulihan akan diselaraskan dengan kajian teknis dan mitigasi jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung proses pemulihan dengan menjaga keamanan dan kelancaran pekerjaan petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

“Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus berkoordinasi. Kita cari solusi terbaik agar pemulihan berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PJSA Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, Idola Duangga, menyampaikan bahwa pembersihan badan jalan telah dilakukan di sejumlah titik dengan dukungan alat berat, termasuk di kawasan Tanjung Sawah yang terdampak cukup parah.

Ia menjelaskan bahwa hasil koordinasi antara Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Tanah Datar telah mengarah pada rencana strategis pembangunan jembatan baru, menyusul perubahan alur sungai pascabencana yang memengaruhi struktur dan badan jalan lama.

“Perubahan alur sungai ini tidak bisa diabaikan. Karena itu, solusi jangka panjangnya adalah pembangunan jembatan baru agar akses masyarakat lebih aman,” jelas Idola.

Di tengah tantangan alam yang belum sepenuhnya reda, langkah-langkah konkret pemerintah memberi harapan bahwa Malalo tak hanya pulih, tetapi juga bangkit dengan infrastruktur yang lebih tangguh dan masa depan yang lebih siap menghadapi risiko bencana.

A. Rofiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *