Padang Sago, Jurnalisnusantarasatu.com | Aula Kecamatan Padang Sago, Selasa 03 Februari 2026, menjadi saksi lahirnya harapan besar masyarakat. Dalam balutan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan dengan tema “Transformasi Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, seluruh elemen masyarakat berkumpul, duduk setara, dan menyatukan suara demi masa depan Padang Sago yang lebih baik.
Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Joe Aplinanda, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Hendri Sos,Camat Padang Sago Zarmaiati, S.IP, unsur KUA Padang Sago, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, seluruh wali nagari se-Kecamatan Padang Sago, serta tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, niniak mamak, dan alim ulama.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal program, tetapi tentang kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
Dalam penyampaiannya, Joe Aplinanda yang akrab disapa AFF wali menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang perjuangan rakyat. Ia menyampaikan bahwa setiap aspirasi yang lahir dari nagari adalah amanah yang wajib diperjuangkan hingga ke tingkat kabupaten.
“Pembangunan yang kuat harus berangkat dari bawah. Aspirasi masyarakat Padang Sago hari ini adalah suara hati rakyat yang akan kami kawal dan perjuangkan di DPRD. Transformasi ekonomi tidak boleh meninggalkan siapa pun,” tegas AFF wali dengan penuh keyakinan.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang adil dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama penguatan ekonomi lokal, infrastruktur penunjang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat nagari.
Sementara itu, Camat Padang Sago Zarmaiati, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas tingginya partisipasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Musrenbang adalah wujud nyata demokrasi pembangunan, di mana suara adat, agama, dan masyarakat berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah.
“Transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama. Pemerintah kecamatan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan niniak mamak, alim ulama, Bundo Kanduang, dan seluruh masyarakat,” ungkap Zarmaiati dengan penuh ketulusan.
Ia berharap hasil Musrenbang ini mampu melahirkan program-program prioritas yang berpihak pada masyarakat, menjaga kearifan lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi nagari di masa depan.
Musrenbang Kecamatan Padang Sago hari itu bukan sekadar forum perencanaan, tetapi ruang menyatunya harapan, ikhtiar, dan doa.
Dari aula sederhana itu, lahir tekad bersama untuk membangun Padang Sago yang lebih maju, berkeadilan, dan berkelanjutan—tanpa meninggalkan jati diri dan nilai adat yang telah diwariskan para pendahulu.
###Jeff###






