MTsN 2 Padang Pariaman Tuan Rumah Rakor KKMTs Sumatera Barat, Kakanwil: Digitalisasi Harus Melahirkan Generasi Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045

Berita6 Dilihat

Padang Pariaman – MTsN 2 Padang Pariaman kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu madrasah unggulan di Sumatera Barat dengan dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) se-Sumatera Barat, yang digelar di Aula MTsN 2 Padang Pariaman, Pauh Kambar, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema “Dengan Rapat Koordinasi KKMTs se-Sumatera Barat, Kita Optimalkan Program Digitalisasi Madrasah Menuju Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia,” kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Mustapa, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman H. Syafrizal, S.Ag., M.M., Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman Aryunas, Ketua KKMTs Sumatera Barat H. Ramli, M.Pd., serta seluruh kepala MTs negeri dan swasta se-Sumatera Barat.

Rakor yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, sekaligus menyusun langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah melalui transformasi digital.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sumatera Barat Mustapa, M.A. memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus KKMTs Sumatera Barat yang secara konsisten menggelar rapat koordinasi setiap dua bulan sekali.

Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana penting untuk menyatukan langkah seluruh kepala madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

«”Kami berharap Rakor ini melahirkan berbagai kesepakatan dan program yang benar-benar dibutuhkan untuk diterapkan di seluruh madrasah di Sumatera Barat. Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan,” tegas Mustapa.»

Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Dinas Pendidikan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak mungkin dicapai jika setiap lembaga berjalan sendiri-sendiri.

Keberhasilan pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, komite sekolah, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Dalam arahannya, Mustapa menegaskan bahwa pendidikan madrasah harus mulai mempersiapkan peserta didik menghadapi Indonesia Emas 2045 melalui tiga pilar utama.

Pertama, penguatan karakter, yakni membentuk lulusan yang memiliki akhlak mulia, taat beragama, menghormati orang tua dan guru, sekaligus memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, integritas, dan etos kerja yang tinggi.

Pendidikan karakter bukan hanya melahirkan anak yang saleh, tetapi juga pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja keras, dan memiliki integritas dalam kehidupan,” katanya.

Pilar kedua adalah penguatan kompetensi. Menurutnya, madrasah harus mampu membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan hidup (life skills) agar memiliki daya saing tinggi dan siap menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Sementara pilar ketiga adalah penguatan budaya literasi. Mustapa menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini agar peserta didik memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi kemampuan memahami berbagai informasi, berpikir kritis, dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Padang Pariaman Suhaimis yang juga Sekretaris KKMTs Sumatera Barat sekaligus pelaksana kegiatan, memaparkan berbagai prestasi yang berhasil diraih madrasahnya.

Ia mengungkapkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 2 Padang Pariaman. Tahun ini sekitar 800 calon peserta didik mendaftar, namun karena keterbatasan daya tampung hanya 347 siswa yang dapat diterima.

Suhaimi juga menjelaskan bahwa masjid di lingkungan madrasah dibangun melalui dana infak, swadaya masyarakat, serta dukungan para alumni. Masjid tersebut menjadi pusat pembinaan karakter, tahfiz, kaligrafi, dan pendidikan keagamaan setiap pagi sebelum proses belajar mengajar dimulai.

Di bidang prestasi, MTsN 2 Padang Pariaman terus mengukir berbagai pencapaian membanggakan. Tim Robotik madrasah berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional, sementara para siswa juga menorehkan prestasi di bidang pidato, kaligrafi, bahasa Arab, bahasa Inggris, hingga berbagai kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional.

Suhaimi juga mengenang salah seorang siswa terbaik di bidang robotik yang pernah mengharumkan nama MTsN 2 Padang Pariaman namun telah wafat beberapa bulan lalu. Ia mengajak seluruh peserta Rakor mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Di balik berbagai prestasi tersebut, Suhaimis berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan sarana dan prasarana MTsN 2 Padang Pariaman, terutama terkait keterbatasan lahan dan keberadaan tiga kampus yang masih terpisah sehingga memengaruhi efektivitas layanan pendidikan.

Ketua KKMTs Sumatera Barat H. Ramli, M.Pd. mengajak seluruh kepala madrasah menjadikan Rakor sebagai momentum memperkuat kerja sama dalam menjalankan sembilan program prioritas yang telah disepakati bersama.

Sementara Kepala Kemenag Padang Pariaman H. Syafrizal, S.Ag., M.M. menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Padang Pariaman kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi. Ia berharap seluruh madrasah di Sumatera Barat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, inovatif, dan mampu mencetak generasi yang berprestasi hingga tingkat internasional.

Melalui Rakor ini, seluruh peserta berkomitmen mempercepat transformasi digital di lingkungan madrasah, memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Digitalisasi bukan hanya menghadirkan teknologi di ruang kelas, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi berkarakter, berkompetensi, berliterasi, dan mampu membawa madrasah Sumatera Barat menuju panggung dunia.”Jeff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *