Komitmen Reza Chairul Akbar Sidiq Jaga Keselamatan Pemudik Lewat Rekayasa Lalu Lintas Lembah Ana

Berita8 Dilihat

SUMBAR | Jalur legendaris yang membelah hutan tropis dan lembah hijau di kawasan Lembah Anai kembali menjadi sorotan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Jalan yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi itu bukan sekadar rute perjalanan, tetapi urat nadi mobilitas ribuan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

Menyadari pentingnya jalur tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mengambil langkah strategis dengan menerapkan sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di kawasan Lembah Anai. Kebijakan ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.

Langkah tersebut tidak muncul begitu saja. Rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil kajian dan koordinasi lintas sektor yang dilakukan untuk menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran yang diperkirakan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, kondisi jalur Lembah Anai yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana membuat pengaturan arus kendaraan menjadi sangat penting. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Untuk itu, sistem one way diberlakukan dengan pola pengaturan waktu yang terukur. Pada siang hari, arus kendaraan akan diprioritaskan dari arah Padang menuju Bukittinggi mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Setelah itu, arus kendaraan akan dialihkan dari arah Bukittinggi menuju Padang pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Pola ini diharapkan mampu memecah kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintasi kawasan berkelok dan curam tersebut.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menerapkan waktu steril atau clearance time selama 30 menit sebelum pergantian arah arus lalu lintas. Pada periode tersebut, jalur sepanjang sekitar 20 kilometer akan dikosongkan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang terjebak dari dua arah berbeda.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk mencegah potensi kecelakaan serta memastikan rekayasa lalu lintas berjalan dengan aman dan terkendali. Petugas di lapangan juga akan memberikan arahan langsung kepada para pengendara agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Selain pengaturan arus kendaraan, pengawasan di sepanjang jalur Lembah Anai juga diperketat. Pos pemantauan didirikan di sejumlah titik strategis guna mengawasi kondisi lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Teknologi juga menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan tersebut. Pemantauan dilakukan selama 24 jam melalui pusat kendali lalu lintas yang mampu memantau situasi secara real time.

Bahkan, patroli udara menggunakan drone turut dikerahkan untuk mengamati kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan. Dengan cara ini, setiap perubahan kondisi lalu lintas dapat segera diantisipasi oleh petugas.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Lembah Anai. Targetnya, menjelang H-7 Lebaran jalur tersebut sudah dapat difungsikan kembali secara normal dengan sistem dua arah selama 24 jam.

Upaya ini menjadi bukti bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi perhatian utama aparat kepolisian. Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momentum kebersamaan yang harus dijaga dengan rasa aman.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga ketertiban berkendara, serta selalu memperbarui informasi sebelum melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, jalur Lembah Anai diharapkan tetap menjadi penghubung yang aman bagi ribuan pemudik yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.

Catatan Redaksi

Rekayasa lalu lintas yang dilakukan kepolisian menunjukkan peran penting aparat dalam menjaga keselamatan masyarakat. Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pelayan publik yang hadir untuk memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman, terutama pada momen besar seperti arus mudik Lebaran.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *