Gina Lamria Indriati Tampubolon dan Masudi, S.T., M.T. Kawal Infrastruktur Silaut, Demi Kelancaran Jalur Padang–Bengkulu

Berita6 Dilihat

BPJN 2.4 SUMBAR, SILAUT | Rehabilitasi Jembatan Silaut pada ruas jalan nasional Tapan–Batas Bengkulu memasuki tahapan penting setelah pengecoran lantai jembatan dilaksanakan mulai 25 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB hingga 26 Oktober 2026 pukul 03.30 WIB. Pekerjaan yang dikawal PPK 2.4 Sumatera Barat, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., bersama Kepala Satuan Kerja BPJN Wilayah II Sumatera Barat, Masudi, S.T., M.T., menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menjaga konektivitas jalur Padang–Bengkulu. Pengecoran yang berlangsung hingga dini hari tersebut menandai penyelesaian salah satu tahapan utama rehabilitasi jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Penanganan dilakukan secara menyeluruh melalui penggantian pelat dek, besi tulangan, serta seluruh beton lantai jembatan. Setelah pengecoran selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan curing atau perawatan beton sesuai spesifikasi teknis. Beton baru dapat menerima pembebanan setelah mencapai umur 21 hari. Oleh karena itu, Jembatan Silaut dijadwalkan kembali dibuka untuk lalu lintas umum pada 16 November 2026. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari pengendalian mutu agar konstruksi mencapai kekuatan yang dipersyaratkan sebelum menerima beban kendaraan.

Salah satu hal yang dirasakan langsung masyarakat adalah tetap tersedianya akses selama pekerjaan berlangsung. BPJN 2.4 Sumbar menyediakan jembatan Bailey tepat di samping Jembatan Silaut sehingga kendaraan tetap dapat melintas. Jon Kumis, sopir truk lintas Padang–Bengkulu, menyampaikan, “Kami berterima kasih kepada BPJN 2.4 Sumbar, khususnya Ibu Gina dan seluruh petugas. Walaupun jembatan diperbaiki, kami tetap bisa melintas melalui jembatan Bailey. Ini sangat membantu pekerjaan kami mengangkut barang antardaerah. Semoga setelah dibuka, jembatan semakin kuat dan perjalanan semakin nyaman.”

Apresiasi juga datang dari Jaliman, sopir travel Padang–Mukomuko. “Kami membawa penumpang setiap hari, sehingga kelancaran dan keselamatan perjalanan sangat penting. Terima kasih kepada BPJN 2.4 Sumbar yang tetap menyediakan akses bagi masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Semoga hasil perbaikannya memberikan kenyamanan bagi semua pengguna jalan,” ujarnya. Sementara Zul, warga sekitar Jembatan Silaut, menyampaikan, “Jembatan ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kami berterima kasih karena diperbaiki dan akses warga tetap diperhatikan. Harapan kami, jembatan segera dibuka dan bisa digunakan dengan aman untuk waktu yang panjang.” Ketiga pernyataan tersebut menggambarkan manfaat nyata keberadaan jembatan bagi transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Gina Lamria Indriati Tampubolon menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan infrastruktur telah dijadwalkan sesuai program. Menjelang akhir tahun, seluruh item pekerjaan yang direncanakan dilaksanakan untuk memberikan kenyamanan perjalanan masyarakat, terutama menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Dalam rehabilitasi Jembatan Silaut, perhatian diarahkan pada penyelesaian konstruksi, pemenuhan spesifikasi teknis, perawatan beton, dan keberlangsungan akses kendaraan. Bersama Masudi, S.T., M.T. serta jajaran pelaksana, PPK 2.4 mengawal tahapan pekerjaan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Bagi sopir angkutan barang, pengemudi travel, dan warga sekitar, Jembatan Silaut bukan sekadar bangunan penghubung. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari kelancaran perjalanan, distribusi kebutuhan masyarakat, dan pergerakan ekonomi antardaerah. Penggantian komponen lantai jembatan secara menyeluruh serta penyediaan jembatan Bailey selama konstruksi memperlihatkan perhatian terhadap dua kebutuhan sekaligus: kualitas infrastruktur dan pelayanan kepada pengguna jalan. Pekerjaan tersebut juga mendukung kesiapan jalur nasional menghadapi peningkatan mobilitas menjelang libur akhir tahun.

Pengecoran lantai telah dilaksanakan, perawatan beton terus berjalan, dan pembukaan kembali Jembatan Silaut dijadwalkan pada 16 November 2026 setelah persyaratan teknis terpenuhi. Pengawalan Gina Lamria Indriati Tampubolon bersama Masudi, S.T., M.T. dan jajaran BPJN 2.4 Sumbar menjadi bagian dari proses menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat. Apresiasi Jon Kumis, Jaliman, dan Zul memperlihatkan betapa pentingnya pekerjaan ini bagi mereka yang setiap hari menggunakan jalur tersebut. Sebab, keberhasilan rehabilitasi bukan hanya tentang selesainya pengecoran, tetapi tentang hadirnya akses yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan kembali oleh masyarakat.

Katim RMO Group | Wyndoee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *