Dalam Diskusi Bersama Media, Ditintelkam Polda Sumbar Tegaskan Kekerasan terhadap Aktivis Tak Bisa Ditoleransi

Berita6 Dilihat

SUMBAR | Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sumatera Barat menunjukkan sikap tegas terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dinilai dapat mengancam kehidupan demokrasi dan rasa aman masyarakat. Sikap tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi bersama insan media yang digelar di Kota Padang.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) itu menjadi ruang dialog antara jajaran Ditintelkam Polda Sumbar dengan para jurnalis untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk peristiwa kekerasan yang menimpa seorang aktivis di Jakarta.

Dalam forum tersebut, jajaran Ditintelkam Polda Sumbar menyampaikan kecaman keras terhadap aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis tersebut. Tindakan kekerasan seperti itu dinilai sebagai perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip negara hukum serta nilai demokrasi.

Kasubdit I Ditintelkam Polda Sumbar Kompol Lija Nesmon menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap warga negara, terlebih terhadap aktivis yang menyuarakan aspirasi publik, merupakan persoalan serius yang harus mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, aparat kepolisian memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap tindakan kriminal dapat diungkap secara profesional dan transparan. Penegakan hukum yang tegas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Ia juga menjelaskan bahwa kepolisian saat ini terus bekerja melakukan berbagai langkah penyelidikan guna mengungkap pelaku di balik aksi kekerasan tersebut. Proses penanganan perkara dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prosedur hukum yang berlaku.

Selain membahas kasus kekerasan, forum diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika informasi yang berkembang pesat di ruang publik. Arus informasi yang cepat, terutama di media sosial, sering kali memicu berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.

Dalam kesempatan itu, Ditintelkam Polda Sumbar juga mengajak insan pers untuk terus berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun suasana yang kondusif.

Kompol Lija Nesmon menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan media sangat penting untuk menciptakan pemahaman bersama dalam menghadapi berbagai isu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui forum dialog tersebut, Ditintelkam Polda Sumbar berharap tercipta sinergi yang kuat antara kepolisian, media, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kehidupan demokrasi yang sehat.

Kegiatan diskusi itu juga menjadi bagian dari upaya Ditintelkam Polda Sumbar untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat, sehingga setiap persoalan keamanan dapat dibahas secara konstruktif.

Di akhir pertemuan, Ditintelkam Polda Sumbar kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pengungkapan kasus kekerasan tersebut hingga tuntas, serta memastikan bahwa setiap pelaku kejahatan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku demi menjaga rasa keadilan dan keamanan bagi seluruh masyarakat.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *