Bersih dari Zona Nyaman, Tirta Anai Rombak Total SDM dan Disiplin Kerja

Berita63 Dilihat

Padang Pariaman — Perumda Air Minum Tirta Anai menegaskan komitmennya keluar dari zona nyaman birokrasi lama. Sepanjang tahun 2025, perusahaan daerah ini melakukan pembenahan besar-besaran di sektor sumber daya manusia sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan dari stagnasi kinerja dan budaya kerja tidak produktif.

Reformasi tersebut bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan pembongkaran menyeluruh terhadap pola kerja lama yang selama bertahun-tahun dianggap menghambat laju perusahaan. Manajemen menilai, tanpa perubahan mendasar pada SDM, pelayanan publik dan kesehatan keuangan perusahaan akan terus berjalan di tempat.

Langkah awal dimulai dari penyusunan ulang Standar Operasional Prosedur di seluruh divisi. SOP baru dirancang lebih tegas, terukur, dan aplikatif, bukan lagi dokumen formalitas. Setiap pegawai kini terikat oleh aturan kerja yang jelas, dengan indikator kinerja yang dapat dievaluasi secara objektif.

Pembenahan kemudian diperkuat melalui assessment terbuka, analisis jabatan, serta analisis beban kerja. Proses ini melibatkan kalangan profesional dan akademisi dari empat perguruan tinggi, sekaligus menutup ruang subjektivitas yang selama ini kerap mewarnai manajemen kepegawaian.

Melalui pendekatan tersebut, Tirta Anai mulai membangun sistem meritokrasi yang menempatkan pegawai berdasarkan kompetensi, minat, dan bakat. Penempatan personel tidak lagi semata-mata berdasarkan kebiasaan lama, tetapi melalui pemetaan potensi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Reformasi SDM ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Penanganan pengaduan pelanggan kini memiliki target waktu maksimal 1×24 jam untuk gangguan ringan, menandai pergeseran signifikan dari budaya kerja lamban menuju pelayanan yang responsif dan berorientasi kepuasan pelanggan.

Di sisi lain, manajemen juga mengambil langkah tegas dalam penegakan disiplin. Sebanyak 98 jenis pelanggaran ditetapkan sebagai larangan mutlak bagi seluruh pegawai. Kebijakan ini menjadi pesan keras bahwa era toleransi terhadap indisipliner, pelanggaran etika, dan kinerja asal-asalan telah berakhir.

Budaya kerja perusahaan diarahkan berbasis Key Performance Indicators. Setiap pegawai dituntut bekerja dengan target jelas, dievaluasi secara berkala, dan mendapatkan pembinaan berkelanjutan. Pelatihan dilakukan secara sistematis untuk memastikan peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas individu.

Hasil dari reformasi tersebut mulai terlihat secara nyata. Di tengah proses perbaikan sistem, pembangunan kantor baru, serta penanganan pascabencana, kinerja keuangan perusahaan justru menunjukkan tren positif.

Saldo akhir tahun perusahaan tercatat meningkat hingga 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penerimaan rata-rata bulanan juga mengalami kenaikan signifikan, mencerminkan dampak langsung reformasi SDM terhadap efektivitas operasional dan kepercayaan pelanggan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pembenahan SDM bukan sekadar slogan perubahan. Reformasi internal yang dilakukan secara konsisten mampu mendorong perusahaan daerah menjadi lebih sehat, disiplin, dan profesional.

Perumda Tirta Anai kini melangkah di jalur baru, meninggalkan zona nyaman masa lalu menuju organisasi modern yang berorientasi kinerja dan pelayanan publik. Sebuah transformasi yang menegaskan bahwa perubahan tegas adalah kunci keberlanjutan perusahaan daerah di tengah tantangan zaman.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *