Padang Panjang | Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem sekaligus anggota Komisi XIII DPR RI, M. Sadiq Pasadigue, mendorong kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang untuk dikembangkan sebagai Monumen Galodo Sumatra yang terintegrasi dengan pembangunan mushalla.
M. Sadiq Pasadigue menegaskan, monumen tersebut tidak boleh hanya menjadi simbol fisik, tetapi harus berfungsi sebagai ruang refleksi publik, pusat edukasi kebencanaan, serta pengingat kolektif bagi masyarakat Sumatra Barat yang hidup di wilayah rawan bencana.
“Monumen ini harus menjadi pengingat sejarah sekaligus peringatan masa depan. Galodo tidak boleh dilupakan, tetapi harus menjadi pelajaran agar kita lebih siap dan saling peduli,” ujar M. Sadiq Pasadigue.
Ia menyampaikan bahwa gagasan tersebut telah dikomunikasikan langsung dengan Gubernur Sumatra Barat, Bupati Tanah Datar, serta Wali Kota Padang Panjang, guna membangun sinergi lintas pemerintahan agar rencana ini dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran mushalla di kawasan monumen menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai spiritual, kemanusiaan, dan solidaritas sosial, sekaligus ruang bagi masyarakat untuk berdoa dan merenung di tengah upaya membangun kesadaran kebencanaan.
M. Sadiq Pasadigue berharap Monumen Galodo Sumatra kelak menjadi penanda sejarah, pusat edukasi mitigasi bencana, serta simbol ketangguhan dan kebangkitan masyarakat Sumatra Barat dalam menghadapi ancaman bencana alam.
“Ini bukan sekadar pembangunan monumen, tetapi investasi kesadaran dan kesiapsiagaan untuk generasi mendatang,” tutupnya.
(A. Rofiq)






