Jefri Idrus Melaju dengan Nomor 2 di Ambuang Kapua Sungai Sariak, Gaungkan Sinergi Ranah dan Rantau

Berita16 Dilihat

PADANG PARIAMAN | Suasana penuh harap dan sukacita menyelimuti Kantor Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak saat pelaksanaan pengambilan nomor urut bakal calon Wali Nagari, Minggu, 3 Mei 2026. Momentum ini menjadi titik awal yang sarat makna bagi seluruh kandidat, termasuk Jefri Idrus yang resmi mengantongi nomor urut 2.

Kehadiran Jefri Idrus dalam momen tersebut tampak penuh kebahagiaan. Ia didampingi langsung oleh sang istri tercinta, yang setia berada di sisinya, memberi dukungan moral yang kuat di tengah langkah penting menuju kontestasi kepemimpinan nagari.

Nomor urut 2 yang diperolehnya bukan sekadar simbol administratif, melainkan energi baru yang menguatkan niat dan tekadnya untuk mengabdi. Dengan penuh ketulusan, ia mengungkapkan harapan agar angka tersebut menjadi pertanda baik dalam perjuangannya membangun nagari.

Menurut Jefri, kemajuan nagari tidak bisa berdiri sendiri. Ia menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari Ninik Mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga warga di ranah dan para perantau di rantau.

Kebersamaan, menurutnya, adalah fondasi utama. Tanpa kekompakan dan semangat gotong royong, cita-cita besar untuk membangun nagari yang maju dan sejahtera akan sulit diwujudkan secara maksimal.

Dikenal sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, Jefri Idrus bukanlah figur yang asing bagi masyarakat. Ia telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan warga, menyerap berbagai persoalan, serta memahami denyut kehidupan masyarakat secara langsung.

Pengalamannya sebagai wartawan menjadikannya peka terhadap kondisi sosial. Ia terbiasa mendengar keluhan, mencatat aspirasi, dan menyuarakan kepentingan masyarakat melalui karya-karya jurnalistiknya.

Kini, langkahnya beralih ke dunia kepemimpinan menjadi bentuk pengabdian lanjutan. Ia ingin membawa seluruh pengalaman dan pemahamannya itu ke dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat nagari.

Visi besar yang diusungnya mencerminkan keseimbangan pembangunan. Ia ingin membangun nagari secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat adat, budaya, serta hubungan antara ranah dan rantau.

Dalam sektor ekonomi, Jefri menempatkan UMKM sebagai kekuatan utama. Ia melihat sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Selain itu, potensi pariwisata yang tersebar di setiap korong juga menjadi perhatian serius. Ia berkomitmen mengelola potensi tersebut secara profesional tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas nagari.

Di bidang pertanian, Jefri menilai bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas. Ia merencanakan berbagai program yang mendukung peningkatan produktivitas, mulai dari penyediaan teknologi hingga akses pasar yang lebih luas.

Masalah pengangguran juga menjadi fokus penting dalam rencananya. Ia ingin menciptakan peluang kerja melalui pengembangan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata agar generasi muda dapat berkarya di kampung halaman sendiri.

Salah satu kekuatan besar yang ingin ia bangun adalah sinergi antara ranah dan rantau. Ia meyakini bahwa perantau memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan nagari melalui jaringan dan pengalaman yang dimiliki.

Seluruh langkah yang direncanakan Jefri akan tetap berpijak pada nilai-nilai adat dan agama. Prinsip “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan yang akan diambil.

Di akhir pernyataannya, Jefri Idrus mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu. Ia percaya, dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, Ambuang Kapua Sungai Sariak akan mampu menjadi nagari yang maju, sejahtera, dan tetap kokoh dalam adat serta budaya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *