Dodi Hendra Lepas Rindu dengan Wartawan, Buka Bersama di Koto Ilalang Penuh Tawa dan Kenangan

Berita3 Dilihat

KAB. SOLOK | Ramadhan selalu membawa cerita yang berbeda. Bukan hanya tentang ibadah dan menahan lapar, tetapi juga tentang mempererat kembali hubungan yang mungkin sempat terpisah oleh kesibukan waktu.

Hal itulah yang terasa dalam sebuah pertemuan hangat di kawasan Koto Ilalang, Kabupaten Solok, Sabtu (7/3/2026). Mantan Ketua DPRD Kabupaten Solok periode 2019–2024, Dodi Hendra, mengundang sejumlah wartawan untuk berbuka puasa bersama dalam suasana santai yang penuh keakraban.

Pertemuan itu bukan acara resmi dengan protokol yang kaku. Semuanya berlangsung sederhana, seperti pertemuan sahabat lama yang lama tidak bertemu. Tawa dan canda bahkan sudah terdengar sejak para wartawan mulai berdatangan.

Bagi Dodi Hendra, undangan berbuka bersama ini lahir dari satu hal sederhana: rasa rindu. Rindu pada suasana kebersamaan dengan para wartawan yang dulu hampir setiap hari bertemu saat dirinya masih aktif memimpin lembaga legislatif daerah.

“Sudah lama rasanya tidak duduk santai seperti ini dengan teman-teman wartawan. Waktu terasa cepat sekali berlalu. Dulu kita sering bercanda dan berdiskusi, sekarang momen seperti ini terasa sangat berharga,” ungkapnya sambil menyambut tamu yang hadir.

Obrolan pun mengalir tanpa sekat. Cerita lama kembali muncul, mulai dari pengalaman liputan di lapangan, dinamika politik daerah, hingga berbagai kejadian lucu yang dulu sempat terjadi ketika para wartawan menjalankan tugas jurnalistik mereka.

Suasana semakin hidup ketika beberapa wartawan senior ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Kisah-kisah lama yang mereka bagikan membuat ruangan penuh dengan gelak tawa dan nostalgia.

Di tengah suasana santai itu, berbagai hidangan khas rumahan telah tersaji di meja makan. Menu yang dihidangkan memang sederhana, tetapi justru menghadirkan rasa yang begitu akrab dan menggugah selera.

Ada gulai telur yang dimasak bersama daun singkong, ikan goreng yang masih hangat, hingga aneka makanan kampung yang terasa begitu alami. Buah-buahan segar seperti jeruk dan semangka merah juga melengkapi hidangan berbuka.

Bagi yang hadir, makanan bukanlah hal utama. Kebersamaan dan cerita yang terus mengalir justru menjadi bagian paling berharga dari pertemuan tersebut.

Menjelang azan Maghrib, suasana menjadi semakin hangat. Semua yang hadir duduk bersama sambil menunggu waktu berbuka, masih larut dalam obrolan santai yang terasa seperti reuni kecil para sahabat lama.

Ketika azan akhirnya berkumandang, semua menikmati hidangan berbuka dengan penuh kebersamaan. Tidak ada jarak antara mantan pejabat dan wartawan. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang sederhana namun bermakna.

Bagi Dodi Hendra, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa hubungan dengan wartawan tidak berhenti ketika masa jabatan selesai. Persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, momen berbuka bersama itu menjadi bukti bahwa silaturahmi selalu menemukan jalannya untuk kembali mempertemukan orang-orang yang pernah berjalan bersama dalam satu perjalanan cerita.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *