JURNALISNUSANTARASATU, SOLOK— Prestasi bersejarah ditorehkan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Solok pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 yang di selenggarakan di GOR TUANKU TABIANG batu batupang koto baru, Berhasil menjalankan peran sebagai tuan rumah, kontingen karate Kabupaten Solok sekaligus mencatatkan pencapaian dengan menempati posisi runner-up di bawah Kota Padang.
Sebanyak 16 medali berhasil dikumpulkan, terdiri atas empat emas, empat perak, dan delapan perunggu. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi kontingen sekaligus penanda perjalanan panjang pembinaan karate di Kabupaten Solok sejak era Pekan Olahraga Daerah (Porda) hingga penyelenggaraan yang kini dikenal sebagai Porprov.
Manajer kontingen FORKI Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, A.Md., menyebut keberhasilan itu sebagai hasil perjuangan bersama yang tidak terlepas dari kerja keras atlet, pelatih, official, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian FORKI Kabupaten Solok di Porprov Sumatera Barat 2026. Bagi kami, ini bukan sekadar persoalan medali, tetapi tentang perjuangan panjang, kerja keras, pengorbanan, dan dinamika yang telah kami lalui bersama seluruh atlet, pelatih, serta tim pendukung,” ujar Hafni.
Baginya, posisi kedua di bawah Kota Padang memiliki arti lebih dari sekadar peringkat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan dan perjuangan atlet karate Kabupaten Solok mampu menghasilkan prestasi di tengah persaingan olahraga tingkat provinsi.
“Keberhasilan meraih posisi runner-up di bawah Kota Padang dengan perolehan empat medali emas, empat perak, dan delapan perunggu merupakan catatan bersejarah bagi FORKI Kabupaten Solok. Perjalanan panjang sejak era Porda hingga sekarang menjadi Porprov akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” katanya.
Enam Belas Medali, Hasil Perjuangan Bersama
Keberhasilan kontingen Kabupaten Solok didukung prestasi atlet pada sejumlah nomor pertandingan perorangan dan beregu.
Tiga medali emas perorangan diraih Evin pada kumite -60 kilogram senior putra, Farhan pada kumite -67 kilogram senior putra, serta Yelfifa pada kumite +61 kilogram senior putri. Satu emas lainnya dipersembahkan melalui nomor kumite beregu putra.
Pada kategori perak, Friska meraih medali pada kumite -61 kilogram senior putri, Egit pada kumite -75 kilogram senior putra, serta Evan Fadila pada kumite -55 kilogram junior putra. Medali perak keempat diraih melalui nomor kumite beregu putri.
Adapun delapan medali perunggu diperoleh melalui nomor kata dan kumite. Para peraih medali tersebut meliputi:
- Thoriq, kata perorangan senior putra.
- Fatarani, kata perorangan senior putri.
- Keysha, kumite -55 kilogram senior putri.
- Tim kata beregu putra, nomor kata beregu putra.
- Zalfin Al Amin, kumite -52 kilogram kadet putra.
- Alvaro, kumite -57 kilogram kadet putra.
- Felisha, kumite -48 kilogram junior putri.
- Balqis, kumite +61 kilogram junior putri.
Raihan tersebut memperlihatkan kontribusi atlet dari kelompok senior, junior, hingga kadet. Setiap nomor pertandingan menjadi bagian dari perjuangan kontingen untuk membawa nama Kabupaten Solok di ajang Porprov Sumatera Barat 2026.
“Sebagai manajer kontingen, saya merasakan betapa besar perjuangan anak-anak kita di arena pertandingan. Mereka telah berusaha memberikan yang terbaik untuk membawa nama Kabupaten Solok. Karena itu, capaian ini merupakan kebanggaan kita bersama, bukan hanya bagi FORKI, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Solok,” ungkap Hafni.
Pemkab Solok Diharapkan Hadir dalam Pembinaan Atlet
Di balik rasa haru dan bangga atas pencapaian tersebut, Hafni menaruh harapan agar Pemerintah Kabupaten Solok memberikan perhatian lebih terhadap atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali perlu diikuti dukungan yang berkesinambungan. Atlet membutuhkan pembinaan terarah, fasilitas latihan yang memadai, pendampingan pelatih, serta persiapan yang baik untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Solok memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah. Perhatian terhadap olahraga jangan hanya hadir ketika atlet meraih prestasi, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan fasilitas, perhatian terhadap kesejahteraan atlet, dan persiapan yang lebih baik untuk menghadapi kompetisi berikutnya,” kata Hafni.
Ia berharap hasil Porprov 2026 dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus momentum untuk memperkuat kebijakan pembinaan olahraga di Kabupaten Solok.
Perhatian terhadap atlet, menurut harapan tersebut, tidak semestinya berhenti setelah kompetisi berakhir. Keberlanjutan latihan, pengembangan kemampuan, dan persiapan menuju kejuaraan berikutnya menjadi bagian penting agar prestasi dapat dipertahankan.
“Prestasi ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di Kabupaten Solok. Kami tidak ingin pencapaian sebagai runner-up ini menjadi akhir perjalanan. Sebaliknya, ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras agar pada Porprov mendatang, karate Kabupaten Solok mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Apresiasi bagi Tim Pelatih dan Official
Dalam Porprov Sumatera Barat 2026, kontingen FORKI Kabupaten Solok dikelola Hafni Hafiz, A.Md., sebagai manajer, dengan Mardaus M., S.Ag., M.AP., sebagai official.
Tim pelatih terdiri atas Zelly Heriyanto, S.H., Ilham Perdana Putra, S.Si., Andri, S.Pd., Agung Relil Pratama, S.Pd., dan Febi Rahmatul Laila, S.H.
Hafni menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan pihak yang telah mendukung perjalanan kontingen sejak masa persiapan hingga pertandingan berakhir.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan semua pihak yang telah bekerja keras serta memberikan dukungan selama persiapan hingga pertandingan berakhir. Setiap medali yang diraih memiliki cerita perjuangan tersendiri,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
“Alhamdulillah, kerja keras dan berbagai dinamika yang kami hadapi akhirnya terobati dengan hasil ini. Kami bangga dengan perjuangan para atlet. Semoga prestasi ini menjadi awal dari sejarah-sejarah berikutnya bagi FORKI dan olahraga Kabupaten Solok,” tutup Hafni.
Keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus meraih posisi runner-up menempatkan Porprov 2026 sebagai salah satu babak penting dalam perjalanan karate Kabupaten Solok. Tantangan selanjutnya adalah memastikan prestasi tersebut diikuti pembinaan yang konsisten, dukungan yang memadai, dan perhatian berkelanjutan terhadap atlet yang telah membawa nama daerah ke podium. IRV






