13 Kepala SMP Negeri Padang Pariaman Resmi Sertijab, Harapan Pendidikan Diletakkan di Pundak Pemimpin Baru

Berita45 Dilihat

Padang Pariaman, Jurnalisnusanantarasatu.com | Aula SD Unggul Terpadu Limpato, Selasa (3/02/2026), tak sekadar menjadi ruang seremonial. Di tempat itu, sebuah perjalanan pengabdian ditutup, dan amanah baru kembali dibuka. Sebanyak 13 Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Padang Pariaman resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab), dalam suasana yang khidmat, sarat makna, dan penuh harapan bagi masa depan pendidikan daerah.

Hadir menyaksikan momen penting ini Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, S.Sos, didampingi Kabid SMP Dr. Afrinaldi Yunas, M.Pd, serta seluruh kepala SMP negeri se-Kabupaten Padang Pariaman.

Derap langkah para pendidik yang memenuhi aula seakan menjadi saksi bahwa pendidikan adalah kerja panjang yang ditopang oleh keikhlasan dan keberanian memikul tanggung jawab.

Satu per satu nama dipanggil. Jabatan berpindah tangan. Ada yang melangkah ke tempat tugas baru, ada pula yang menutup bab pengabdian lama dengan kepala tegak. Tamrin, S.Pd, dari SMPN 4 Sungai Sariak, kini dipercaya memimpin SMPN 1 Enam Lingkung. Hazairin, S.Pd melanjutkan pengabdian di SMPN 1 Sungai Geringging, sementara Yulnarita, S.Pd berpindah dari SMPN 1 Padang Sago ke SMPN 2 Sungai Sariak.

Pergantian kepemimpinan juga terjadi di sejumlah sekolah lainnya—dari SMPN 1 Koto Timur, SMPN 3 Ulakan Tapakis, SMPN 2 Batang Anai, SMPN 1 Sei Geringging, SMPN 2 Nan Sabaris, hingga SMPN 3 Sei Geringging. Setiap nama membawa cerita, setiap sekolah menyimpan harapan, dan setiap keputusan menjadi ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik.

Tak hanya 13 kepala sekolah, 10 kepala SMP negeri lainnya juga menjalani prosesi sertijab. Mulai dari SMPN 4 Sei Limau, SMPN 3 Batang Anai, SMPN 2 Sicincin, SMPN 3 Lubuk Alung, SMPN 5 Lubuk Alung, hingga SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak. Sebuah rangkaian panjang penyegaran kepemimpinan yang menegaskan bahwa pendidikan Padang Pariaman terus bergerak, tak berhenti di satu titik.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Hendri, S.Sos menyampaikan pesan yang menyentuh dan tegas. Ia menekankan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral yang menyentuh masa depan anak-anak Padang Pariaman.

“Di tangan para kepala sekolah inilah masa depan generasi kita dititipkan. Jabatan ini bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang keteladanan, kejujuran, dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada para kepala sekolah lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, seraya mengajak kepala sekolah yang baru untuk bekerja dengan hati, membangun kolaborasi, dan menghadirkan inovasi di sekolah masing-masing.

Prosesi sertijab ditutup dengan penandatanganan berita acara dan doa bersama. Di balik jabat tangan dan senyum yang tersimpan, terpatri satu tekad yang sama: menjadikan sekolah sebagai rumah harapan, tempat karakter dibentuk, dan masa depan dirajut.

Di Aula Limpato hari itu, pendidikan Padang Pariaman kembali melangkah—perlahan, pasti, dan penuh keyakinan.

###jeff##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *